Dikisahkan pada waktu mudanya Imam Turmudzi bersama dua orang temannya
giat mencari ilmu. Suatu saat ketiganya merasa bahwa ilmu yang diperoleh di
desanya sudah selesai dipelajari sehingga ketiganya memutuskan untuk keluar
dari desanya / merantau untuk mencari ilmu. Namun dikarenakan Imam Turmudzi
masih memiliki ibu yang harus dirawat sehingga dia tidak dapat meninggalkan desanya. Akhirnya hanya dua temannya yang merantau untuk mencari ilmu. Imam Turmudzi merasa sedih karena merasa bahwa nanti dia akan tertinggal ilmunya dengan kedua temannya tadi. Suatu saat Imam Turmudzi berjalan di desanya dan dia bertemu dengan seseorang asing yang belum dikenalnya. Imam Turmudzi mengetahui bahwa orang ini seorang yang berilmu. Sehingga Imam Turmudzi memohon agar diberikan pelajaran oleh orang tadi. Akhirnya orang tadi berkata bahwa dia bersedia memberikan ilmunya kepada Imam Turmudzi seminggu sekali di tempat yang telah disepakati. Namun orang tadi mengajukan syarat agar Imam Turmudzi tidak menanyakan nama orang tadi. Setelah berjalan tiga tahun Imam Turmudzi penasaran karena ilmu orang tadi sungguh luar biasa ilmunya sehingga dia ingin sekali mengetahui siapa gerangan orang ini. Akhirnya Imam Turmudzi bertanya: Sungguh aku beruntung bertemu dengan dirimu dan ilmu yang engkau berikan, bolehkah aku tahu siapa namamu ?
Dikarenakan engkau telah melanggar syarat yang telah ajukan maka sampai disinilah perjumpaan kita Kemudian orang tadi melanjutkan Ketahuilah bahwa aku adalah Nabi Khidzir, aku diutus oleh Alloh SWT untuk mejumpaimu dikarenakan ketaatanmu untuk merawat ibumu (Subhanallah !) padahal sebenarnya engkau juga begitu ingin mencari Ilmu seperti dua
Temanmu Dan ketika dua temannya tadi kembali ke desa betapa terkejutnya bahwa ilmu-ilmu yang diperoleh mereka selama merantau telah diketahui oleh Imam Turmudzi dan bahkan banyak ilmu yang belum mereka ketahui telah diperoleh Imam Turmudzi!.
Allahu Akbar !
giat mencari ilmu. Suatu saat ketiganya merasa bahwa ilmu yang diperoleh di
desanya sudah selesai dipelajari sehingga ketiganya memutuskan untuk keluar
dari desanya / merantau untuk mencari ilmu. Namun dikarenakan Imam Turmudzi
masih memiliki ibu yang harus dirawat sehingga dia tidak dapat meninggalkan desanya. Akhirnya hanya dua temannya yang merantau untuk mencari ilmu. Imam Turmudzi merasa sedih karena merasa bahwa nanti dia akan tertinggal ilmunya dengan kedua temannya tadi. Suatu saat Imam Turmudzi berjalan di desanya dan dia bertemu dengan seseorang asing yang belum dikenalnya. Imam Turmudzi mengetahui bahwa orang ini seorang yang berilmu. Sehingga Imam Turmudzi memohon agar diberikan pelajaran oleh orang tadi. Akhirnya orang tadi berkata bahwa dia bersedia memberikan ilmunya kepada Imam Turmudzi seminggu sekali di tempat yang telah disepakati. Namun orang tadi mengajukan syarat agar Imam Turmudzi tidak menanyakan nama orang tadi. Setelah berjalan tiga tahun Imam Turmudzi penasaran karena ilmu orang tadi sungguh luar biasa ilmunya sehingga dia ingin sekali mengetahui siapa gerangan orang ini. Akhirnya Imam Turmudzi bertanya: Sungguh aku beruntung bertemu dengan dirimu dan ilmu yang engkau berikan, bolehkah aku tahu siapa namamu ?
Dikarenakan engkau telah melanggar syarat yang telah ajukan maka sampai disinilah perjumpaan kita Kemudian orang tadi melanjutkan Ketahuilah bahwa aku adalah Nabi Khidzir, aku diutus oleh Alloh SWT untuk mejumpaimu dikarenakan ketaatanmu untuk merawat ibumu (Subhanallah !) padahal sebenarnya engkau juga begitu ingin mencari Ilmu seperti dua
Temanmu Dan ketika dua temannya tadi kembali ke desa betapa terkejutnya bahwa ilmu-ilmu yang diperoleh mereka selama merantau telah diketahui oleh Imam Turmudzi dan bahkan banyak ilmu yang belum mereka ketahui telah diperoleh Imam Turmudzi!.
Allahu Akbar !

0 comments:
Post a Comment