Masihkah kita menganggap diri ini faqir dan lemah
jika masih ada sebutir " rasa " lebih dari makhluq lain dihati ini
Masihkan kita mengenggap jiwa ini bersih
jika masih ada "debu" su'udhon terhadap saudara kita
masihkah pantas disebut " Paham " diri kita ini
jika masih ada sifat " memaksa " akan paham kita kepada saudara kita
Masihkah disebut " benar " diri kita ini
jika masih ada seberat zarrah " rasa paling benar " di hati kita
Masihkah ada anggapan " menganggap diri kita paham, benar, bersih, terhormat dan berharga " dihati kita
masihkah yang demikian disebut Al Faqiir ??
Apakah kita mengira kepahaman, kebenaran, kebersihan jiwa itu milik kita ?
sehingga dengan mudah dapat kau paksakan kepada saudaramu yang lain ?
" sekali - kali itu bukan hakmu", Kata Allah
"Itu tak lain hanya ego dan nafsumu belaka", Fitrah diri inipun menyahut.
"Hai, manusia sesungguhnya kebenaran, kepahaman dan kesucian itu milikKu",
Allah pun berfirman.
Monday, May 26, 2008
Labels: Artikel Ilmiah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment