Tanpa terasa senja kembali datang menyambutku. Menyapa
dengan keindahannya dan Langit pun merona sejuk memaparkan
arti mendalam "hari ini telah hampir usai" ucapnya lirih.
padahal ingatan baru sedetik tadi aku baru bangun di pagi
ini, secepat inikah?
Hari berganti bak sebuah mimpi yang tersadar. Oh, sekejap
berlalu dalam lintasan mata. Anehnya perasaan yang hidup
ini tidak pernah mengkunjungiku lagi sejak ku tinggalkan
shalat. Dan kini, senja itu menghadirkan rasa indah dan
hampa beriringan, merasakan kembali kerinduan yang meresap
lembut dalam jiwa.
Waktuku merenung memang telah tutup usia ketika dunia
mulai meraihku untuk menjadi budak dalam kedurjanaan. Jauh
disana ada rintihan penuh rasa iba sambil mencoba
menggapai ranting-ranting rapuh.
Kata ataupun tatapan tidak mampu ungkapan betapa
menyesalnya bumi dipijak oleh tapak-tapak kedzalimanku
yang semena-mena menghabiskan waktu tanpa keadilan.
Senja pun kembali berbisik membuyarkan lamunanku dari alam
bawah sadar "selamat tinggal, andhie! Harimu saat ini
telah pergi. Malam akan menyelimutimu kembali. Esok, aku
tidak bisa berjanji akan menyambutmu lagi" tertegun aku
mendengar ucapan sang senja. Senyumnya mengoreskan makna
bahwa ia bersedih akan meninggalkanku Seperti melihat
kematian sedang menatapku berhadapan.
Monday, May 26, 2008
Labels: Sastra
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment