Monday, May 26, 2008

"Rambut lebih sering dipuji karena kecantikannya ketimbang
kekuatannya." (Susan Detwiler)
Kamu pernah membaca dongeng Brothers Grimm tentang Rapunzel?
Kira-kira begini kisahnya, Rapunzel adalah seorang gadis yang
disekap di sebuah puri oleh seorang nenek sihir yang terus menerus
membicarakan keburukan wajah Rapunzel. Suatu hari, seorang Pangeran
tampan melewati menara tempat Rapunzel disekap dan mengatakan kepada
Rapunzel betapa cantik wajahnya. Rapunzel mengulurkan rambut
kepangnya (tampaknya begitu panjang ya), sehingga si Pangeran bisa
memanjat dinding menara dan menyelamatkan dirinya…
Bagaimana akhir kisahnya? Tentu saja, keduanya kemudian menikah dan
hidup berbahagia selama-lamanya. Sayang dalam dongeng tersebut tidak
diceriterakan apakah Rapunzel bertanya terlebih dahulu kepada
Pangeran berapa sih berat badannya? Apakah Rapunzel tidak memikirkan
apa yang terjadi jika semua rambutnya tiba-tiba tercabut..?
Untung rambut cukup kuat untuk menanggung kekasih yang mungkin saja
berat. Secara teoritis, Pangeran yang berukuran normal dapat
memanjat tembok istana dengan menggunakan rambut yang dijulurkan.

Para ahli kesehatan dalam The Female Body mengatakan tiap rambut di
kepala mampu menanggung beban hampir 3 ons, dan kita rata-rata
memiliki 100.000 helai rambut atau lebih (kecuali Kamu botak). Jadi
kisah Brothers Grimm, secara teori masuk akal, Pangeran dapat
memanjat istana dengan bantuan rambut Rapunzel.
Begitulah, namun kekuatan rambut jarang diperbincangkan orang,
rambut sering dipuji karena keindahannya. "Rambut sangat penting
secara psikologis. Ia menunjukkan feminitas atau maskulinitas, dan
merupakan tanda individualitas dan citra diri seseorang," kata Susan
Detwiller,MD, ahli dermatopatologi di Stanford University School of
Medicine.
Dalam faktanya, jika rambut Kamu –terutama perempuan- tampak kusam,
bercabang, tipis, rontok dan tidak bercahaya, mungkin Kamu mulai
panik dan mulai memikirkan pergi ke salon kecantikan untuk melakukan
perawatan rambut.

0 comments: