Tuesday, May 27, 2008

Buta Mata Hati

Ungkapan bila cinta sudah melekat, tahi kucing pun rasa coklat ternyata memang benar. Penikmat tahi kucing itu ketika diberitahu bahwa yang dimakan adalah menjijikkan tetapi tetaplah bersikukuh bahwa coklat yang dikunyah. Apakah karena terhipnotis? Benar, karena terhipnotis cinta atau lebih tepatnya nafsu membara.

Pernah memberikan saran, nasehat atau masukan kepada sahabat, kawan, saudara bahkan suami atau istri untuk menghentikan kegiatan yang menjurus mengunyah yang serasa coklat tadi? Reaksi yang anda peroleh pasti seragam: penolakan.

Begitulah ketika hawa nafsu, walau sering dikatakan cinta, sedang menguasai manusia. Mata hati terbutakan dengan kenyataan yang sesungguhnya. Ketika orang lain yang masih waras dan awas mata hatinya memberikan masukan atau nasihat untuk segera menjauhi hal-hal yang mendekati hal yang tidak baik, penolakan selalu terjadi. Mata hati yang buta seperti kuda yang memakai kaca mata, hanya fokus pada keindahan semu.

Saya sendiri belum menemukan cara yang jitu untuk memberitahu penikmat rasa coklat tadi bahwa yang serasa coklat itu bukanlah coklat tetapi hanya seolah-olah coklat di dalam pikiran karena mata hati yang terbutakan nafsu. Bahkan ketika diberikan coklat yang asli pun ditampik dengan bersemangat.

Ada satu cara yang belum saya coba yaitu menjauhkan dengan si rasa coklat kemudian pikiran diprogram ulang dengan memberikan pandangan lain bahwa sebenarnya banyak coklat yang asli dan lebih enak. Cara ini tentu harus dibarengi keikhlasan sang pecandu si rasa coklat untuk lepas dari ketergantungannya dan ingin kembali hidup normal.

0 comments: