Satu diantara sekian banyak kenyataan hidup yang wajib kita camkan baik-baik
pada akal sehat dan hati bersih kita, bahwa manusia berada diantara tiga sifat;
pemuji, pencela, dan penasehat. Dan sebaik-sebaik dari tiga sifat itu adalah
yang terakhir, penasehat.
Pemuji…
Memuji adalah senjata yang paling berbahaya, karena bisa digunakan untuk
menghancurkan dan membinasakan orang lain, sekaligus membunuh dirinya sendiri.
Rasulullah junjungan kita menjelaskan akan bahayanya pujian yang dibumbuhi
dusta, dan sanjungan yang berlebih-lebihan. Beliau bersabda; "hindari pujian
dan saling memuji, sebab hal itu adalah penyembelihan" (Hadits, Mu'jam Kabir
Tabarani).
Namun, larangan rasul ini tidak menafikan penghargaan atas jasa dan tanda
terima kasih, serta sanjungan kepada orang-orang yang telah berbuat kebaikan
dan kemaslahatan.
Pencela…
Adapun pencela dan yang suka mencaci maki, serta hobi mengeluarkan kata-kata
kotor dan laknat. Juga senang mencemarkan nama baik dan menghujat kiri kanan,
Dan bicaranya melampaui batas kesopanan
dan kepantasan. "sesungguhnya sejahat-jahat manusia ialah yang membuat manusia
lainnya takut oleh kejahatannya". (Hadits, Muwatta' Malik). "dan apabila
ketakutan Telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam". (Qur'an,
al-Ahzab:19). "dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah
menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan
daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya".
(Qur'an, al-Hujurat:12). "bukanlah seorang mukmin bila mencemarkan nama baik,
melaknat, berbuat keji, dan cabul". (Hadits, Sunan Turmudzi).
"wahai orang yang hanya beriman dengan lidahnya sedang hatinya hampa dengan
keimanan, janganlah menggunjingkan kaum muslimin, dan janganlah mencari-cari
aib mereka, karena sesungguhnya orang-orang yang mencari-cari aib saudaranya,
maka Allah akan membuka aibnya". (Hadits, Majma Zawaid).
"memaki seorang muslim
adalah fasik, dan membunuhnya adalah kafir". (Hadits, Sahih Bukhari).
Penasehat…
Dia adalah yang terbaik diantara dua sifat dan sikap sebelumnya; pemuji dan
pencela. Karena dia adalah yang terikhlas ketika memberikan teguran,
peringatan, dan semangat. Inilah yang dimaksud oleh rasulullah; "agama adalah
nasehat". (Hadits, Sahih Bukhari). Allah mengajarkan kepada kita bahwa saling
menasehati dengan ikhlas dan benar, adalah kunci keberhasilan dan kesuksesan.
Firman-Nya; "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat
menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi
kesabaran". (Qur'an, al-Ashr: 1-3).
"Manusia, entah dia sebagai pemuji, entah sebagai pencela, dan entah sebagai
penasehat, namun yang terbaik dari ketiganya adalah, manusia yang suka
menasehati". Kalimat itu sengaja diulangi lagi demi menegaskan, dan memberikan
kesadaran diri akan posisi kita, sesungguhnya berada di mana di antara
ketiganya. Apakah kita senang menghinakan diri dan kepribadian, dengan memuji
secara berlebihan, penuh kepalsuan, dan tanpa kebenaran. Ataukah kita suka
memenuhi lidah kita dengan cacian, sehingga layaknya ular yang sewaktu-waktu
siap mematok. Ataukah menjadi seorang yang berpegang erat kepada tali Allah dan
menyeru kepada jalan-Nya, menjadi seorang yang suka berucap dengan
kalimat-kalimat baik dan menyenangkan demi mengharapkan redha Allah?.
Hanya kepada Allah tujuan hidup. Dari-Nya pembalasan dan pahala. Jika Allah
menghendaki, maka kalian semua akan mendapatkan petunjuk dan hidayah. Aqulu
Qauli Hadza Wa Astagfirullaha Li Walakum.
0 comments:
Post a Comment