Indahnya Saling Memahami

Posted by Jeunara at 11:27 PM

Thursday, July 03, 2008

Gemercik air menyapa pagi, dingin....sedingin tetesan embun yang membeku.Rupanya salju putih tlah menggunung saat itu. Kuhela nafas sambil menekan tuts piano. Nada demi nada kuuntai hambar tanpa eksfresi. Inspirasi mengabur. Lelah kumenata hati dengan perbedaan yang tak berujung.

Semakin hari rasanya semakin asing berada dirumah sendiri. Segera kutelpon sahabatku. "Sampai kapan hatiku terpenjara seperti ini". " Dirimu tidak terpenjara! buktinya masih bisa keluar melihat bunga ditaman", tegurnya. Ya memang, telah kunikmati indahnya taman bunga disore tadi.

Problematika Pernikahan Internasional begitu rumit dengan perbedaan yang kerap menimbulkan konflik. Terlebih usia pernikahan kami yang baru seumur jagung. Kembali kumenggerutu ditelpon. "Huh! lagi lagi dia memindahkan gitar dan mike yang tersimpan indah didepan piano kala temannya bertandang ketempat kami!". Sahabatku menenangkan "Diriku mengerti perasaanmu Miki Tayank, tapi wajarlah abang bersikap demikian bukankah dia aktivis mesjid?, sudahlah sayang,mungkin dengan tidak adanya gitar dan mike Miki Tayank bisa khusuk menghafal Ayat Ayat Allah". Sesaat kuterdiam, dalam jeda yang cukup panjang kumembisu. Dalam hati kuberbisik " Ah,kenapa jadi memihak Abang! Tak ada bedanya dengan Abang! Apa hubungannya antara adanya gitar dan mike dengan kekhusuan dalam menghafal Ayat Ayat Allah? Apa dengan adanya benda-benda tersebut bisa dipastikan mengganggu kekhusuan menghafal atau melantunkan Al Qur`an?"

"Maafkan kalau pembicaraanku tadi ditelpon tidak berkenan. Diriku berkata demikian karena semata-mata sayang dirimu dan ingin Miki Tayank dan Abang bersatu selamanya". Kutertegun dengan ucapan sahabatku. Sesaat kuteringat akan sebuah ucapan yang dinisbahkan kepada Sayyidina Ali Karamallahu Wajhahu dari sebuah buku yang kubaca beberapa waktu yang lalu, Beliau adalah salah seorang sahabat Nabi yang dikenal keluasan ilmunya dan kedalaman hikmahnya. Konon Beliau mengatakan "Sahabat terbaik bukanlah orang yang selalu membenarkanmu, tetapi sahabat terbaik adalah yang membuat kamu benar".

Sahabat terbaik adalah seseorang yang senantiasa menginginkan kebenaran selalu beserta kita sehingga tidak membiarkan kita berada dalam kesalahan. Ia mengingatkan kita ketika terjatuh dalam perilaku atau pikiran yang salah, apalagi sesat. Ia menunjukkan kepada kita dengan penuh kasih sayang dimana letak kesalahan kita dan bila perlu mematahkan apa yang berlebihan dan tidak perlu.

Sahabat yang berbahaya bagi keselamatan kita didunia dan Akherat justru yang selalu mengiyakan perkataan kita, membenarkan setiap perkataan kita meskipun nyata-nyata salah hanya agar kita menganggapnya sebagai sahabat yang setia. Lebih berbahaya lagi jika sahabat itu mencarikan untuk kita bahan-bahan pujian, selalu menunjukkan permakluman dengan pembelaan panjang atas kekeliruan kita, bukan memaklumi untuk meluruskan kita dengan cara hikmat.

Sahabat terbaik adalah yang selalu ingin membuat kita benar sehingga Ia tak pernah segan mengingatkan kita tentang perkara yang salah. Kumenghela nafas panjang. Terimakasih Sahabat! atas petuahnya yang sarat makna. Atas argumennya yang penuh berkah.

Kini aku dapat lebih memahami suamiku. Ternyata guncangan hebat dalam setiap hubungan dapat diredakan lagi dengan kemantapan hati untuk dapat mendahulukan tabayyun. Sandungan kecil dapat berubah menjadi petaka jika kejadian-kejadian menjengkelkan yang kecil-kecil membuat saling menyalahkan pasangan hingga rentan terhadap percekcokan. Saling terbuka dan saling memahami adalah salah satu kunci keabadian suatu hubungan.

Waktu bergulir, Kumencoba senantiasa berusaha memahami dirinya. Kutak pernah lagi marah ketika gitar dan mike yang merupakan benda kesayanganku kembali dipindahkan ketempat tersembunyi. Kini tak ada lagi perdebatan masalah musik. Namun anehnya, belakangan ini Abang tak lagi menyembunyikan perlengkapan musikku ketika temannya bertandang kerumah kami. Entahlah, apakah karena dia telah memahami diriku?. Ternyata, indahnya saling memahami.....Alhamdulillah!

Terangkai berjuta terimakasih untuk sahabat tercinta...Lizsa Anggraeny atas segala cinta...Do`a dan perhatiannya yang tak terhingga....................................................

0 comments: